Senin | 26 Oktober 2026 11:45:58 WIB
RAGAM INDONESIA
PJT BANDUNG RAYA GELAR RAKER 2026, TARGETKAN BUS MUTIS 50 ARMADA
RAKYATNASIONAL.COM,- PJT BANDUNG RAYA GELAR RAKER 2026, TARGETKAN BUS MUTIS 50 ARMADA
Pendaftar Mudik Gratis PJT Bandung Raya Tembus 1.500 Orang, Targetkan 50 Bus pada 2027
BANDUNG – Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya menargetkan penyediaan sekitar 50 bus untuk program mudik gratis Lebaran 2027. Target tersebut disiapkan menyusul meningkatnya kebutuhan warga perantauan asal Jawa Tengah di Bandung Raya untuk pulang ke kampung halaman.
Hingga Oktober 2026, berdasarkan survei sementara, jumlah calon peserta mudik gratis PJT Bandung Raya telah mencapai sekitar 1.500 orang. Angka ini meningkat dibandingkan pelaksanaan 2026 yang memberangkatkan sekitar 1.150 peserta menggunakan 23 bus.
Ketua PJT Cabang Bandung Raya, Farchan Djuniadji, S.Pd., mengatakan peningkatan jumlah calon peserta menjadi pertimbangan untuk menambah armada pada pelaksanaan tahun mendatang.
“Artinya terjadi kenaikan kebutuhan sekitar 30 bus. Belum lagi nanti masuk November dan Desember, insyaallah pasti akan lebih banyak lagi. Harapan saya, kita bisa menyiapkan sekitar 50 bus tahun depan,” ungkap Farchan.
Untuk merealisasikan target tersebut, PJT Bandung Raya berupaya memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk para pengusaha asal Jawa Tengah yang berada di perantauan. Dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan armada.
Salah satu dukungan datang dari CEO Martabak MM, Fery Dwi Maryanto, yang menyatakan kesiapannya menyumbangkan satu unit bus untuk program mudik gratis tersebut.
“Ini sebenarnya bentuk kepedulian kami sebagai warga Jawa Tengah yang berada di Kota Bandung. Bentuk kepedulian perusahaan kami yang sekarang memberikan CSR satu bus mudik gratis untuk para anggota PJT di Bandung Raya khususnya,” tutur Fery.
Ia mengajak para pengusaha lainnya di Bandung Raya untuk turut berpartisipasi membantu warga perantauan yang membutuhkan fasilitas mudik gratis, terutama para pekerja, buruh, dan karyawan.
Menurut Fery, kontribusi perusahaan melalui penyediaan armada mudik tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial terhadap sesama warga perantauan.
Raker Perkuat Persiapan Mudik dan Program Organisasi
Persiapan mudik gratis menjadi salah satu agenda strategis dalam Rapat Kerja (Raker) perdana PJT Cabang Bandung Raya yang digelar di Hotel Grand Eastern, Kota Bandung, Minggu (25/10/2026).
Selain membahas kesiapan program mudik, raker tersebut diarahkan untuk memperkuat konsolidasi internal, menajamkan program kerja, mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memperluas jejaring kerja sama.
Forum juga membahas usulan program dari masing-masing bidang dan paguyuban anggota. Pembahasan tersebut bertujuan membangun kerja sama yang lebih erat sekaligus memastikan program organisasi sesuai dengan kebutuhan warga perantauan asal Jawa Tengah di Bandung Raya.
Dalam raker tersebut, peserta turut menyoroti evaluasi program kerja dan kinerja kepengurusan. Sejumlah hal yang menjadi perhatian antara lain transparansi anggaran, penyusunan program yang terukur dan realistis untuk dilaksanakan, penentuan prioritas program utama, serta kejelasan tugas pokok dan fungsi setiap unsur kepengurusan.
Evaluasi tersebut diharapkan menjadi landasan agar pelaksanaan program organisasi lebih terarah, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota.
Ketua Umum PJT, KRAT Dr(c)Drs leles sudarmanto Magun Nagoro MM,MBA,CRP ,QIA ini yg kompliet., menegaskan bahwa raker harus menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas anggota dan memperkuat kolaborasi di berbagai bidang.
Menurut Leles, pengembangan UMKM dan peningkatan kemampuan anggota perlu didukung oleh jejaring yang luas, mulai dari sesama pelaku usaha hingga kalangan profesional, akademisi, dan tokoh potensial asal Jawa Tengah.
“Potensi naik kelas itu macam-macam. Komitmen saya adalah meningkatkan kolaborasi dengan level-level yang selaras, mulai dari UMKM dasar hingga menengah, merangkul para profesional, akademisi, hingga jenderal dan tokoh-tokoh potensial Jawa Tengah untuk menaikkan teras kita,” ujar Leles di sela-sela acara.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga silaturahmi dan memperkuat jejaring sebagai bagian dari upaya mengembangkan organisasi serta meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
“Paguyuban Jawa Tengah selalu guyub rukun salawase,” imbuhnya.
Perkuat UMKM dan Kepedulian Sosial
Farchan menjelaskan, raker perdana ini juga menjadi kesempatan untuk menyusun program organisasi secara lebih terstruktur dan terencana, sehingga dapat menjadi dasar dalam membangun kolaborasi dengan lembaga maupun mitra lainnya.
Sejumlah kerja sama telah dijalankan PJT Bandung Raya, di antaranya dengan Bank BJB yang telah merangkul sekitar 655 nasabah dari kalangan anggota. Organisasi ini juga memfasilitasi pemulangan jenazah warga asal Jawa Tengah yang meninggal dunia di Bandung melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Badan Penghubung, Biro Kesejahteraan Rakyat, Dinas Sosial, hingga Baznas.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, PJT turut mendorong akses permodalan bagi UMKM pemula. Salah satu bentuk dukungan yang telah berjalan adalah bantuan dari Baznas Kota Cimahi kepada 25 pelaku usaha dengan skema pinjaman ringan tanpa bunga.
Ke depan, PJT Bandung Raya juga merencanakan kegiatan Festival Bakso Jawa Tengah sebagai salah satu upaya mendukung promosi dan pengembangan UMKM anggota.
Melalui raker ini, PJT Bandung Raya berharap program mudik gratis, pemberdayaan UMKM, dan kegiatan sosial dapat berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola organisasi.
Dengan dukungan anggota, paguyuban, dan mitra usaha, target penambahan armada mudik gratis pada 2027 diharapkan dapat terwujud sehingga semakin banyak warga perantauan asal Jawa Tengah di Bandung Raya yang terbantu untuk pulang ke kampung halaman. [GP]
Pendaftar Mudik Gratis PJT Bandung Raya Tembus 1.500 Orang, Targetkan 50 Bus pada 2027
BANDUNG – Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya menargetkan penyediaan sekitar 50 bus untuk program mudik gratis Lebaran 2027. Target tersebut disiapkan menyusul meningkatnya kebutuhan warga perantauan asal Jawa Tengah di Bandung Raya untuk pulang ke kampung halaman.
Hingga Oktober 2026, berdasarkan survei sementara, jumlah calon peserta mudik gratis PJT Bandung Raya telah mencapai sekitar 1.500 orang. Angka ini meningkat dibandingkan pelaksanaan 2026 yang memberangkatkan sekitar 1.150 peserta menggunakan 23 bus.
Ketua PJT Cabang Bandung Raya, Farchan Djuniadji, S.Pd., mengatakan peningkatan jumlah calon peserta menjadi pertimbangan untuk menambah armada pada pelaksanaan tahun mendatang.
“Artinya terjadi kenaikan kebutuhan sekitar 30 bus. Belum lagi nanti masuk November dan Desember, insyaallah pasti akan lebih banyak lagi. Harapan saya, kita bisa menyiapkan sekitar 50 bus tahun depan,” ungkap Farchan.
Untuk merealisasikan target tersebut, PJT Bandung Raya berupaya memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk para pengusaha asal Jawa Tengah yang berada di perantauan. Dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan armada.
Salah satu dukungan datang dari CEO Martabak MM, Fery Dwi Maryanto, yang menyatakan kesiapannya menyumbangkan satu unit bus untuk program mudik gratis tersebut.
“Ini sebenarnya bentuk kepedulian kami sebagai warga Jawa Tengah yang berada di Kota Bandung. Bentuk kepedulian perusahaan kami yang sekarang memberikan CSR satu bus mudik gratis untuk para anggota PJT di Bandung Raya khususnya,” tutur Fery.
Ia mengajak para pengusaha lainnya di Bandung Raya untuk turut berpartisipasi membantu warga perantauan yang membutuhkan fasilitas mudik gratis, terutama para pekerja, buruh, dan karyawan.
Menurut Fery, kontribusi perusahaan melalui penyediaan armada mudik tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial terhadap sesama warga perantauan.
Raker Perkuat Persiapan Mudik dan Program Organisasi
Persiapan mudik gratis menjadi salah satu agenda strategis dalam Rapat Kerja (Raker) perdana PJT Cabang Bandung Raya yang digelar di Hotel Grand Eastern, Kota Bandung, Minggu (25/10/2026).
Selain membahas kesiapan program mudik, raker tersebut diarahkan untuk memperkuat konsolidasi internal, menajamkan program kerja, mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memperluas jejaring kerja sama.
Forum juga membahas usulan program dari masing-masing bidang dan paguyuban anggota. Pembahasan tersebut bertujuan membangun kerja sama yang lebih erat sekaligus memastikan program organisasi sesuai dengan kebutuhan warga perantauan asal Jawa Tengah di Bandung Raya.
Dalam raker tersebut, peserta turut menyoroti evaluasi program kerja dan kinerja kepengurusan. Sejumlah hal yang menjadi perhatian antara lain transparansi anggaran, penyusunan program yang terukur dan realistis untuk dilaksanakan, penentuan prioritas program utama, serta kejelasan tugas pokok dan fungsi setiap unsur kepengurusan.
Evaluasi tersebut diharapkan menjadi landasan agar pelaksanaan program organisasi lebih terarah, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota.
Ketua Umum PJT, KRAT Dr(c)Drs leles sudarmanto Magun Nagoro MM,MBA,CRP ,QIA ini yg kompliet., menegaskan bahwa raker harus menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas anggota dan memperkuat kolaborasi di berbagai bidang.
Menurut Leles, pengembangan UMKM dan peningkatan kemampuan anggota perlu didukung oleh jejaring yang luas, mulai dari sesama pelaku usaha hingga kalangan profesional, akademisi, dan tokoh potensial asal Jawa Tengah.
“Potensi naik kelas itu macam-macam. Komitmen saya adalah meningkatkan kolaborasi dengan level-level yang selaras, mulai dari UMKM dasar hingga menengah, merangkul para profesional, akademisi, hingga jenderal dan tokoh-tokoh potensial Jawa Tengah untuk menaikkan teras kita,” ujar Leles di sela-sela acara.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga silaturahmi dan memperkuat jejaring sebagai bagian dari upaya mengembangkan organisasi serta meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
“Paguyuban Jawa Tengah selalu guyub rukun salawase,” imbuhnya.
Perkuat UMKM dan Kepedulian Sosial
Farchan menjelaskan, raker perdana ini juga menjadi kesempatan untuk menyusun program organisasi secara lebih terstruktur dan terencana, sehingga dapat menjadi dasar dalam membangun kolaborasi dengan lembaga maupun mitra lainnya.
Sejumlah kerja sama telah dijalankan PJT Bandung Raya, di antaranya dengan Bank BJB yang telah merangkul sekitar 655 nasabah dari kalangan anggota. Organisasi ini juga memfasilitasi pemulangan jenazah warga asal Jawa Tengah yang meninggal dunia di Bandung melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Badan Penghubung, Biro Kesejahteraan Rakyat, Dinas Sosial, hingga Baznas.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, PJT turut mendorong akses permodalan bagi UMKM pemula. Salah satu bentuk dukungan yang telah berjalan adalah bantuan dari Baznas Kota Cimahi kepada 25 pelaku usaha dengan skema pinjaman ringan tanpa bunga.
Ke depan, PJT Bandung Raya juga merencanakan kegiatan Festival Bakso Jawa Tengah sebagai salah satu upaya mendukung promosi dan pengembangan UMKM anggota.
Melalui raker ini, PJT Bandung Raya berharap program mudik gratis, pemberdayaan UMKM, dan kegiatan sosial dapat berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola organisasi.
Dengan dukungan anggota, paguyuban, dan mitra usaha, target penambahan armada mudik gratis pada 2027 diharapkan dapat terwujud sehingga semakin banyak warga perantauan asal Jawa Tengah di Bandung Raya yang terbantu untuk pulang ke kampung halaman. [GP]



















