Jumat | 21 Agustus 2026 23:56:24 WIB
NASIONAL
Taufiq, dari ASN Beralih ke Melon
RAKYATNASIONAL.COM,-
Surabaya, rakyatnasional.com --- Terdengar aneh dan lucu. Sejak dirinya masih menjadi bagian dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang belakangan ini biasa disebut Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang berkantor di Jl. Ragunan Jakarta Selatan, hingga mutasi ke Surabaya, Mohammad Taufiq (68 th) terkenal dengan julukan Taufiq Durian atau Taufiq Melon.
Pasalnya, suami dari Ninik yang mantan Guru SMP Negeri 12 Surabaya ini, sangat tekun dengan dunia pertanian terutama tani durian dan melon.
Hasil karyanya pun cukup patut diacungi jempol. Tak jarang Taufiq mampu menumbangkan pesaingnya dalam berbagai ajang kontes hasil pertanian khususnya durian dan melon.
Ada beberapa jenis tanaman durian yang digelutinya, terutama durian ripto dan durian rindu.
Sementara jenis melon yang menjadi kebanggaannya yaitu jenis melon Sky Rocket dan melon Golden Langkawi.
Bahkan ketika ditemui rakyatnasional.com di rumah tempat tinggalnya, di Jambangan, Surabaya, Jumat(21/8/2026), Taufiq menuturkan bahwa dirinya lah orang pertama di Indonesia yang membudidayakan melon Golden Langkawi asal Taiwan.
Pada saat itu, kebetulan Taufiq sedang menerima kunjungan rombongan dari jajaran management PT Swabina Gatra yang dipimpin oleh Finance & Risk Management Director PT Swabina Gatra H. Mustofa Kamal Pasah, S.E.
Pada kesempatan tersebut, Mustofa dan rombongan diajak Taufiq menuju Green House berukuran 6x21m3 miliknya yang telah ditanami bibit melon Sky Rocket dan Golden Langkawi.
Kepada Mustofa dan rombongan, Taufiq yang kelahiran Kebumen, Jateng, ini mengkisahkan bahwa tiap hari ia harus rela menyisihkan waktunya 4 jam khusus untuk bercengkrama dengan tanaman melon yang dikelolanya dengan menggunakan sistem hidroponik, yang letaknya tak jauh dari tempat tinggalnya.
"Tiap pagi saya selalu menyempatkan waktu untuk memeriksa dan meneliti dengan seksama tanaman melon, demikian juga pada sore harinya juga saya harus rela menyempatkan waktu saya untuk mengurus tanaman melon ini", tutur pria berusia 68 th namun terlihat masih sangat energik baik fisik maupun mentalnya ini.
Menurutnya, tanaman melon jenis Sky Rocket dan Golden Langkawi yang ia kelola dengan sistem hidroponik di dalam Green House berukuran 6x21m itu mulai proses tanam bibit hingga masa panen biasanya memakan waktu 75 hari.
"Proses ini memang memerlukan konsentrasi khusus, karena tiap hari ia harus selalu mengaliri tanaman melon tak pernah berhenti siang ataupun malam, selama 75 hari hingga masa panen, tentunya dicampur dengan nutrisi khusus buat tanaman melon, paduan asam dan basa dengan ukuran khusus pula", kilahnya sembari menyuguhkan senyuman khas nya.
Karena alasan keluarga yang jauh dan demi mengembangkan penyaluran hobinya di bidang pertanian,
pada tahun 2010, alumnus fakultas pertanian prodi hortikultura di salah satu perguruan tinggi papan atas ini memilih pensiun dini dari ASN sehingga dapat berkumpul menjadi satu rumah dengan istri tercintanya bernama Ninik, kelahiran Kediri, Jatim.(rnc-01).**
Surabaya, rakyatnasional.com --- Terdengar aneh dan lucu. Sejak dirinya masih menjadi bagian dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang belakangan ini biasa disebut Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang berkantor di Jl. Ragunan Jakarta Selatan, hingga mutasi ke Surabaya, Mohammad Taufiq (68 th) terkenal dengan julukan Taufiq Durian atau Taufiq Melon.
Pasalnya, suami dari Ninik yang mantan Guru SMP Negeri 12 Surabaya ini, sangat tekun dengan dunia pertanian terutama tani durian dan melon.
Hasil karyanya pun cukup patut diacungi jempol. Tak jarang Taufiq mampu menumbangkan pesaingnya dalam berbagai ajang kontes hasil pertanian khususnya durian dan melon.
Ada beberapa jenis tanaman durian yang digelutinya, terutama durian ripto dan durian rindu.
Sementara jenis melon yang menjadi kebanggaannya yaitu jenis melon Sky Rocket dan melon Golden Langkawi.
Bahkan ketika ditemui rakyatnasional.com di rumah tempat tinggalnya, di Jambangan, Surabaya, Jumat(21/8/2026), Taufiq menuturkan bahwa dirinya lah orang pertama di Indonesia yang membudidayakan melon Golden Langkawi asal Taiwan.
Pada saat itu, kebetulan Taufiq sedang menerima kunjungan rombongan dari jajaran management PT Swabina Gatra yang dipimpin oleh Finance & Risk Management Director PT Swabina Gatra H. Mustofa Kamal Pasah, S.E.
Pada kesempatan tersebut, Mustofa dan rombongan diajak Taufiq menuju Green House berukuran 6x21m3 miliknya yang telah ditanami bibit melon Sky Rocket dan Golden Langkawi.
Kepada Mustofa dan rombongan, Taufiq yang kelahiran Kebumen, Jateng, ini mengkisahkan bahwa tiap hari ia harus rela menyisihkan waktunya 4 jam khusus untuk bercengkrama dengan tanaman melon yang dikelolanya dengan menggunakan sistem hidroponik, yang letaknya tak jauh dari tempat tinggalnya.
"Tiap pagi saya selalu menyempatkan waktu untuk memeriksa dan meneliti dengan seksama tanaman melon, demikian juga pada sore harinya juga saya harus rela menyempatkan waktu saya untuk mengurus tanaman melon ini", tutur pria berusia 68 th namun terlihat masih sangat energik baik fisik maupun mentalnya ini.
Menurutnya, tanaman melon jenis Sky Rocket dan Golden Langkawi yang ia kelola dengan sistem hidroponik di dalam Green House berukuran 6x21m itu mulai proses tanam bibit hingga masa panen biasanya memakan waktu 75 hari.
"Proses ini memang memerlukan konsentrasi khusus, karena tiap hari ia harus selalu mengaliri tanaman melon tak pernah berhenti siang ataupun malam, selama 75 hari hingga masa panen, tentunya dicampur dengan nutrisi khusus buat tanaman melon, paduan asam dan basa dengan ukuran khusus pula", kilahnya sembari menyuguhkan senyuman khas nya.
Karena alasan keluarga yang jauh dan demi mengembangkan penyaluran hobinya di bidang pertanian,
pada tahun 2010, alumnus fakultas pertanian prodi hortikultura di salah satu perguruan tinggi papan atas ini memilih pensiun dini dari ASN sehingga dapat berkumpul menjadi satu rumah dengan istri tercintanya bernama Ninik, kelahiran Kediri, Jatim.(rnc-01).**



















