RAKYATNASIONAL.COM
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Rabu | 02 September 2026 15:48:56 WIB

NASIONAL

Ibrahim, dari Tehnik ke Perbankan Hingga Sukses di Industri Pertanian Melon

REDAKSI - RAKYATNASIONAL.COM
Ibrahim, dari Tehnik ke Perbankan Hingga Sukses di Industri Pertanian Melon
RAKYATNASIONAL.COM,-
Malang, rakyatnasional.com --- Belakangan ini memang tak sedikit kawula muda yang bekerja tak sesuai dengan jalur/disiplin ilmu dari bangku kuliahnya.

Hal tersebut tak terkecuali bagi Wahyu Ibrahim Kisworo, S.T., putra sulung dari pasangan bahagia Harnoko dan S. Mira, di Kebonsari, Tumpang, Malang, Jatim.

Berawal dari panggilan hobinya sejak kecil yang memang suka mainan otomotif, setelah menginjak usia dewasa hobi balap sepeda motor dan tak jarang pula menumbangkan para lawannya di dunia kebut-kebutan dengan menggunakan sepeda motor Satria, Trail, hingga jenis Moge.

Untuk mengembangkan bakatnya tersebut, setelah lulus dari SMAN Tumpang, Ibrahim menimba program studi tehnik mesin di Fk Tehnik Universitas Merdeka, Malang, Jatim.

Tak disangka, setelah lulus kuliah ternyata Ibrahim mendapat panggilan kerja di salah satu perbankan papan atas skala nasional penempatan Jawa Timur.

Karirnya pun kian melejit. Beberapa jabatan berkelas telah berhasil diraihnya. Omset dan revenue perbankan pun kian melambung. Singkat cerita, prestasinya di dunia perbankan telah terbukti cukup gemilang, bukan hanya isapan jempol belaka.

Seolah mendapat bisikan dari Malaikat, suami dari Erna Eka Agustin, S.Pd., yang kini bertempat tinggal di Donomulyo, Malang, Jatim, ini tiba-tiba hatinya gelisah seolah dihantui rasa dosa yang selalu menyelimuti dirinya karena kerjanya di dunia perbankan khawatir bila gaji yang diterimanya untuk menghidupi keluarganya berbau kurang berkah, sehingga ia memilih resign dari dunia perbankan, menggali dan langsung mempraktekkan ilmu baru di dunia pertanian khususnya di bidang tani melon.

Ayah dari Adella Reva Anindya Ibrahim dan
Alesha Cerelia Ibrahim ini mengaku, di industri pertanian tersebut banyak ilmu baru yang ia dapatkan, mulai dari kesabaran hingga kegigihan tekad.

"Awalnya saya sempat hampir putus asa, bahkan green house saja sempat mau saya bakar, soalnya pas panen perdana kok tidak sesuai harapan, tak sepadan antara modal, tenaga, waktu maupun fikiran dengan hasil yang saya dapatkan pada saat itu", tutur Ibrahim ketika ditemui rakyatnasional.com, di rumah adiknya (Fenny dan Ferry), di Graha Tumpang Asri, Malang, Jatim, pekan lalu.

Berkat support dari istri setianya, Erna Eka Agustin, S.Pd yang pengusaha butik dan aneka bisnis kebutuhan masyarakat sekitar yang cukup terkenal di Donomulyo serta hobi fashion show itu, semangat Ibrahim pun terbakar dan bahkan semakin menyala kembali.

Tiap hari, pemilik zodiak cancer 43 th silam ini tak pernah luput dari kegiatan mengelus-elus ribuan tanaman melon yang dikurungnya dalam 7 green house, masing-masing green house ada yang berukuran 10x35m, 10x40m, 10x55m, dan kini ada yang berukuran 11x45m.

Berbagai jenis melon kwalitas eksport telah berhasil ia panen, antara lain jenis melon Theblues, Sweet net, Sakata Jepang, Inthanone Belanda, dan Lavender Thailand.

Dua jenis di antaranya merupakan produk kebanggaannya, yakni Melon
Inthanone Belanda dan Melon Lavender Thailand.

Hasil karyanya tersebut terbukti saat panen, kedapatan bisa mencapai berat 4,5 kg per satu buah melonnya.

Selama ini, sistem penanamannya menggunakan media tanam. Namun saat ini Ibrahim juga sedang mendalami ilmu menanam melon dengan sistem hidroponik.

Sementara untuk perawatan, termasuk untuk proses perkawinan bunga melon, Ibrahim dibantu oleh 7 pekerja terampil yang sudah terlatih pula.

Untuk proses perkawinan bunga melon, kini Ibrahim tengah menyiapkan formula baru yang enggan menyebut namanya.

Demikian pula untuk pupuknya, Ibrahim berencana siap meracik pupuk bukan saja untuk kepentingan tanaman melonnya sendiri, namun juga dipersiapkan untuk para petani melon lainnya. Ia juga bercita-cita bisa bermanfaat buat orang lain.

Kembali menyoal proses bibit hingga masa panen, kata Ibrahim cukup memakan waktu 60 hingga 75 hari saja (rnc-01).**
News Update