Selasa | 11 November 2025 12:37:11 WIB
NASIONAL
Cupli Ketum Prabu : Soeharto Pantas Diberi Gelar Pahlawan Nasional
RAKYATNASIONAL.COM,- Cupli Ketum Prabu : Soeharto Pantas Diberi Gelar Pahlawan Nasional
Presiden Prabowo Subianto pada Senin (10/11) di Istana Negara, Jakarta, secara resmi menganugerahkan status Pahlawan Nasional kepada Jenderal Besar Soeharto, yang juga Presiden Republik Indonesia ke 2, serta Presiden ke 4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur),
Dalam penyerahan status Pahlawan Nasional diserahkan secara simbolis kepada dua anak HM Soeharto, yaitu Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut dan Bambang Trihatmodjo.
Penganugerahan Soeharto sebagai pahlawan nasional menurut Tokoh Muda, mantan Ketua Umum DPP KNPI, Yang juga Ketum Prabu Cupli Risman, bahwa pengajuan H.M Soeharto oleh Pemerintah Daerah Jawa Tengah merupakan keinginan seluruh masyarakat Indonesia, dimana kalangan mayoritas masyarakat memandang positif sosok Soeharto identik dengan pemimpin yang kuat, mampu menyelenggarakan pemerintahan yang stabil, dan mampu menciptakan inflasi yang rendah.
Bahkan, hasil penelitiannya menunjukkan sebagian besar dari setiap generasi, entah itu baby boomer, generasi X, millennial, hingga Z mempunyai pandangan baik terhadap HM Soeharto.
Jenderal Besar HM Soeharto mendapat status pahlawan nasional di bidang perjuangan dan politik. Dimana Soeharto menonjol sejak era kemerdekaan sebagai Wakil Komandan BKR Yogyakarta. Soeharto memimpin pelucutan senjata Jepang di Kota Baru pada 1945.
Jenderal Besar Soeharto memiliki jasa yang luar biasa terhadap bangsa dan negara di masa kepemimpinannya, tegas Risman.
Sementara Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah politikus Indonesia dan ulama Islam yang menjabat sebagai Presiden Indonesia ke 4 sejak tahun 1999 hingga 2001. Selain memimpin Organisasi Nahdlatul Ulama, ia merupakan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia adalah putra Menteri Agama Wahid Hasyim, dan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asyari.
Abdurrahman Wahid dihormati secara luas sebagai seorang guru bangsa dan pembela Hak Asasi Manusia (HAM) terkemuka.
Abdurrahman Wahid dikenal dengan kebijakannya yang tidak menentu dan pemikirannya yang visioner. Pengaruhnya terhadap Reformasi Indonesia mencakup Kebebasan pers yang lebih luas.
Cupli Risman melihat pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada HM Soeharto dan Gus Dur serta penerima penghargaan yang lain, merupakan bagian dari bagaimana kita menghormati para pendahulu. Terutama para pemimpin bangsa, yang sudah pasti memiliki jasa yang luar biasa terhadap bangsa dan negara, tegas Cupli Risman. (Red)
Presiden Prabowo Subianto pada Senin (10/11) di Istana Negara, Jakarta, secara resmi menganugerahkan status Pahlawan Nasional kepada Jenderal Besar Soeharto, yang juga Presiden Republik Indonesia ke 2, serta Presiden ke 4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur),
Dalam penyerahan status Pahlawan Nasional diserahkan secara simbolis kepada dua anak HM Soeharto, yaitu Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut dan Bambang Trihatmodjo.
Penganugerahan Soeharto sebagai pahlawan nasional menurut Tokoh Muda, mantan Ketua Umum DPP KNPI, Yang juga Ketum Prabu Cupli Risman, bahwa pengajuan H.M Soeharto oleh Pemerintah Daerah Jawa Tengah merupakan keinginan seluruh masyarakat Indonesia, dimana kalangan mayoritas masyarakat memandang positif sosok Soeharto identik dengan pemimpin yang kuat, mampu menyelenggarakan pemerintahan yang stabil, dan mampu menciptakan inflasi yang rendah.
Bahkan, hasil penelitiannya menunjukkan sebagian besar dari setiap generasi, entah itu baby boomer, generasi X, millennial, hingga Z mempunyai pandangan baik terhadap HM Soeharto.
Jenderal Besar HM Soeharto mendapat status pahlawan nasional di bidang perjuangan dan politik. Dimana Soeharto menonjol sejak era kemerdekaan sebagai Wakil Komandan BKR Yogyakarta. Soeharto memimpin pelucutan senjata Jepang di Kota Baru pada 1945.
Jenderal Besar Soeharto memiliki jasa yang luar biasa terhadap bangsa dan negara di masa kepemimpinannya, tegas Risman.
Sementara Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah politikus Indonesia dan ulama Islam yang menjabat sebagai Presiden Indonesia ke 4 sejak tahun 1999 hingga 2001. Selain memimpin Organisasi Nahdlatul Ulama, ia merupakan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia adalah putra Menteri Agama Wahid Hasyim, dan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asyari.
Abdurrahman Wahid dihormati secara luas sebagai seorang guru bangsa dan pembela Hak Asasi Manusia (HAM) terkemuka.
Abdurrahman Wahid dikenal dengan kebijakannya yang tidak menentu dan pemikirannya yang visioner. Pengaruhnya terhadap Reformasi Indonesia mencakup Kebebasan pers yang lebih luas.
Cupli Risman melihat pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada HM Soeharto dan Gus Dur serta penerima penghargaan yang lain, merupakan bagian dari bagaimana kita menghormati para pendahulu. Terutama para pemimpin bangsa, yang sudah pasti memiliki jasa yang luar biasa terhadap bangsa dan negara, tegas Cupli Risman. (Red)



















