Minggu | 21 Juni 2026 09:26:55 WIB
HIBURAN
Ki KRA Gunarto Gunotalijendro Hibur Warga Ibukota, Meriahkan HUT 499 Kota Jakarta
RAKYATNASIONAL.COM,- Ki KRA Gunarto Gunotalijendro Hibur Warga Ibukota, Meriahkan HUT 499 Kota Jakarta
Dalam acara Gebyar Harmoni Budaya 2026 yang diselenggarakan oleh Paguyuban Jawa Tengah bersama Perusahaan Transportasi Publik MRT di Area Blok M HUB MRT Jumat 19 Juni 2026, Dalang Millenial, Ki KRA Gunarto Gunotalijendro SH, MM. tampil memukau warga Jakarta yang memadati area Blok M Mall, acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol Purn Ahmad Luthfi, Gubernur DKI periode 1997-2007, Sutiyoso serta beberapa Duta Besar Negara Sahabat serta Tokoh-tokoh Masyarakat Jawa Tengah di Jakarta dalam wadah Paguyuban Jawa Tengah pimpinan KRAT Dr (C) Leles Sudarmanto Mangun Nagoro, MM, MBA.
Pergelaran Wayang Kulit Jawa berkolaborasi dengan Wayang Betawi diawali dengan Kirab Tumpeng serta Tokoh Wayang Kulit oleh Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dalam wadah Kusumo Hondrowino Nusantara korwil Jakarta, kemudian Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan Tokoh Wayang kepada Dalang Millenial Ki KRA Gunarto Gunotalijendro SH, MM sementara Dirut MRT menyerahkan kepada Ki Sukadana.
Dalam pergelaran wayang kulit Dalang Milenial Ki KRA Gunarto Gunotalijendro SH, MM dengan LAKON WAYANG : PONCOSONYA - WREKSAKANING BUMI merupakan ceritera Wayang yang berpusat pada fenomena Ajian atau kesaktian yang bernama Poncosonya, yang secara harafiah memiliki makna Ponco = Lima, Sonya = kekosongan atau keadaan atau sunyoto yaitu meliputi bumi, air, angin, api dan kasunyatan atau keadaan kekosongan atas semua hal. Dalam pandangan filosofi kebudayaan Jawa (filosofi Timur), kekosongan ketiadaan keterikatan terhadap apapun. Kasunyatan tidak bisa mati, tidak bisa tiada.
Ajian Poncosonya sebagai perlambang kemampuan kekuatan yang sangat tinggi (memiliki semua elemen alam) tak terkalahkan yang simbolisnya sebagai bentuk tidak bisa mati. namun setiap kekuatan di dunia itu selalu ada kelemahanya serta takdirnya (terlemahnya), Kekuatan harus digunakan untuk menjaga kebaikan (alam/nature-nya), menjaga bumi, jika tidak maka kekuatan akan menemui takdirnya.
Ajian atau kesaksian poncosonya merupakan bagian cerita wayang Ramayana sebagai ajian yang dimiliki oleh Prabu (Raja) Bomantara dan Raja Seteja Boma Nara Kasura putra Prabu Kresna.
Pada suatu masa kerajaan Dandang Mangore Raksasa Bathara Kala ingin memiliki ajian Poncosonya tersebut, karena diyakini dengan memiliki ajian Poncosonya akan bisa hidup sepanjang masa, sehingga Bathara Kala mengerahkan seluruh kekuatannya sehingga membuat Dunia porak-poranda.
Keinginan Bathara Kala tersebut dihalangi oleh Ki Lurah Semar Badranaya, dengan membaca mantera Caraka Balik, dengan kegagalan Bathara Kala tersebut kini Bumi menjadi tentram kembali, dan membuktikan bahwa tidak ada perusakan yang tidak bisa dihentikan, dan setiap pelanggaran hukum harus mendapatkan hukuman, dan keadilan harus ditegakkan.
Untuk menikmati sabetan yang luwes dari "Sang Dalang Salto" Ki KRA Gunarto Gunotalijendro dalang yang mampu menghidupkan wayang kulit dengan sentuhan milenial, sehingga dapat menarik perhatian generasi muda. Beliau memiliki kemampuan unik dalam mendalang yang mencakup gaya bahasa yang mudah dipahami, keahlian memerankan adegan perang, juga dikenal sebagai dalang yang mampu menyentuh emosi penonton dan melestarikan wayang kulit di era modern.
Serta mampu menyampaikan cerita wayang dengan bahasa yang mudah dipahami oleh generasi muda, termasuk menyelipkan humor dan lelucon yang sedang tren. mampu menciptakan suasana yang hidup dan menarik, sehingga penonton tidak ingin beranjak sebelum pertunjukan selesai.
Dalam acara Gebyar Harmoni Budaya 2026 yang diselenggarakan oleh Paguyuban Jawa Tengah bersama Perusahaan Transportasi Publik MRT di Area Blok M HUB MRT Jumat 19 Juni 2026, Dalang Millenial, Ki KRA Gunarto Gunotalijendro SH, MM. tampil memukau warga Jakarta yang memadati area Blok M Mall, acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol Purn Ahmad Luthfi, Gubernur DKI periode 1997-2007, Sutiyoso serta beberapa Duta Besar Negara Sahabat serta Tokoh-tokoh Masyarakat Jawa Tengah di Jakarta dalam wadah Paguyuban Jawa Tengah pimpinan KRAT Dr (C) Leles Sudarmanto Mangun Nagoro, MM, MBA.
Pergelaran Wayang Kulit Jawa berkolaborasi dengan Wayang Betawi diawali dengan Kirab Tumpeng serta Tokoh Wayang Kulit oleh Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dalam wadah Kusumo Hondrowino Nusantara korwil Jakarta, kemudian Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan Tokoh Wayang kepada Dalang Millenial Ki KRA Gunarto Gunotalijendro SH, MM sementara Dirut MRT menyerahkan kepada Ki Sukadana.
Dalam pergelaran wayang kulit Dalang Milenial Ki KRA Gunarto Gunotalijendro SH, MM dengan LAKON WAYANG : PONCOSONYA - WREKSAKANING BUMI merupakan ceritera Wayang yang berpusat pada fenomena Ajian atau kesaktian yang bernama Poncosonya, yang secara harafiah memiliki makna Ponco = Lima, Sonya = kekosongan atau keadaan atau sunyoto yaitu meliputi bumi, air, angin, api dan kasunyatan atau keadaan kekosongan atas semua hal. Dalam pandangan filosofi kebudayaan Jawa (filosofi Timur), kekosongan ketiadaan keterikatan terhadap apapun. Kasunyatan tidak bisa mati, tidak bisa tiada.
Ajian Poncosonya sebagai perlambang kemampuan kekuatan yang sangat tinggi (memiliki semua elemen alam) tak terkalahkan yang simbolisnya sebagai bentuk tidak bisa mati. namun setiap kekuatan di dunia itu selalu ada kelemahanya serta takdirnya (terlemahnya), Kekuatan harus digunakan untuk menjaga kebaikan (alam/nature-nya), menjaga bumi, jika tidak maka kekuatan akan menemui takdirnya.
Ajian atau kesaksian poncosonya merupakan bagian cerita wayang Ramayana sebagai ajian yang dimiliki oleh Prabu (Raja) Bomantara dan Raja Seteja Boma Nara Kasura putra Prabu Kresna.
Pada suatu masa kerajaan Dandang Mangore Raksasa Bathara Kala ingin memiliki ajian Poncosonya tersebut, karena diyakini dengan memiliki ajian Poncosonya akan bisa hidup sepanjang masa, sehingga Bathara Kala mengerahkan seluruh kekuatannya sehingga membuat Dunia porak-poranda.
Keinginan Bathara Kala tersebut dihalangi oleh Ki Lurah Semar Badranaya, dengan membaca mantera Caraka Balik, dengan kegagalan Bathara Kala tersebut kini Bumi menjadi tentram kembali, dan membuktikan bahwa tidak ada perusakan yang tidak bisa dihentikan, dan setiap pelanggaran hukum harus mendapatkan hukuman, dan keadilan harus ditegakkan.
Untuk menikmati sabetan yang luwes dari "Sang Dalang Salto" Ki KRA Gunarto Gunotalijendro dalang yang mampu menghidupkan wayang kulit dengan sentuhan milenial, sehingga dapat menarik perhatian generasi muda. Beliau memiliki kemampuan unik dalam mendalang yang mencakup gaya bahasa yang mudah dipahami, keahlian memerankan adegan perang, juga dikenal sebagai dalang yang mampu menyentuh emosi penonton dan melestarikan wayang kulit di era modern.
Serta mampu menyampaikan cerita wayang dengan bahasa yang mudah dipahami oleh generasi muda, termasuk menyelipkan humor dan lelucon yang sedang tren. mampu menciptakan suasana yang hidup dan menarik, sehingga penonton tidak ingin beranjak sebelum pertunjukan selesai.



















