RAKYATNASIONAL.COM
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Kamis | 06 November 2025 08:34:01 WIB

LIPUTAN KHUSUS

Kusumo Hondrowino Nusantara Jakarta Hadiri Pemakaman Sinuhun Pakubuwono XIII

REDAKSI - RAKYATNASIONAL.COM
Kusumo Hondrowino Nusantara Jakarta Hadiri Pemakaman Sinuhun Pakubuwono XIII
RAKYATNASIONAL.COM,- Kusumo Hondrowino Nusantara Jakarta Hadiri Pemakaman Sinuhun Pakubuwono XIII

Paguyuban Kusumo Hondrowino Nusantara (KHN) sebagai wadah Sentono dan Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kepengurusan Wilayah DKI Jakarta turut menghadiri proses pemakaman Raja Kasunanan Surakarta, Pakubuwono XIII, beberapa pengurus dan Anggota KHN Jakarta berangkat dengan kendaraan pribadi maupun Bus dan kereta, beberapa diantaranya ada yang hadir di Keraton Surakarta serta sebagian langsung ke Pemakaman Raja-raja Mataram di Imogiri.

Ketua rombongan KHN Jakarta, KRT. H. Suradi.SH.Ssos..MH. didampingi Ketua KHN Cabang Bandung, KRT. Sagino Budoyo Dipuro, pada wartawan menjelaskan, bahwa Raja Keraton Kasunanan Surakarta Sinuhun Pakubuwono XIII Hangabehi meninggal dunia dalam usia 77 tahun, dan KHN Jakarta menerima berita Duka Mangkatnya Pakubuwono XIII pada Minggu (2/11), kemudian Pangarso KHN Jakarta, KP Mulyatno Prawirodiningrat SH.MH meminta kepada seluruh anggota KHN Korwil Jakarta untuk menghadiri prosesi pemakaman, sehingga anggota KHN Jakarta dan Bandung ada yang berangkat hari Minggu, Senin dan Selasa, untuk menghadiri rangkaian pemakaman Sinuhun Pakubuwono XIII.

Dan atasnama Sentono dan Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta dalam wadah Perkumpulan Kusumo Hondrowino Nusantara juga mengungkapkan terimakasih kepada Jajaran TNI/POLRI yang turut dalam prosesi pemakaman serta warga Masyarakat Surakarta serta Yogyakarta yang turut memberikan penghormatan terakhir kepada Sinuhun Pakubuwono XIII, yang tumpah ruah di kanan dan kiri jalan yang dilewati oleh arak-arakan Kereta khusus Ratu Pralaya dari Keraton Kasunanan hingga Rumah Dinas Wali Kota Solo di Loji Gandrung. dilanjutkan ke peristirahatan terakhir Imogiri Yogyakarta. Dan kami bersyukur prosesi pemakaman berjalan dengan lancar tanpa haral rintangan, dan antusias warga Surakarta dan Yogyakarta sangat baik, menghantarkan hingga pemakaman di peristirahatan terakhir para Raja dan keluarga besar Kerajaan Mataram Islam. Khususnya makam Raja-Raja Kasunanan Surakarta, ungkap KRT. H. Suradi.SH.Ssos..MH.


Prosesi Pemakaman

Prosesi pemakaman Raja Keraton Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII Hangabehi dimulai pada Rabu (5/11) pagi.
Peti jenazah berwarna putih diangkat oleh beberapa prajurit TNI dan Polri di dalam Kompleks Keraton Surakarta.

Peti jenazah kemudian dinaikkan ke kereta khusus Ratu Pralaya yang telah disiapkan. Kereta itu ditarik oleh beberapa ekor kuda. Dengan rute Kirab melewati Bangsal Magangan, Alun-Alun Selatan, kemudian keluar melalui Plengkung Gading, dan dilanjutkan ke Jalan Veteran. Dari sana, iring-iringan berbelok di perempatan Tipes, lalu bergerak ke arah barat melalui Jalan Slamet Riyadi hingga tiba di Loji Gandrung.
Setibanya di Loji Gandrung, peti jenazah dipindahkan dari kereta jenazah ke mobil ambulans melanjutkan perjalanan ke Imogiri.

Sesampai di Imogiri Ribuan masyarakat telah memadati anak tangga menuju kompleks pemakaman raja-raja Mataram di Imogiri tersebut. Kalimat Tauhid menggema ketika jenazah Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Pakubuwono XIII, mulai dibawa menapaki ratusan anak tangga, namun sebelum naik ke atas, dilakukan Sholat Jenazah di Masjid PB X, kemudian dilakukan serah terima dari Bupati Bantul ke perwakilan Keraton Kasunanan Surakarta, dilanjutkan prosesi pemakaman dengan serahterima peti jenazah dari TNI/POLRI kepada puluhan pemanggul jenazah guna mengangkat jenazah menuju lokasi pemakaman yang melewati lebih dari 400 anak tangga hingga peristirahatan terakhir, suasana hujan rintik-rintik (gerimis) saat menjelang pemakaman hingga selesai prosesi pemakaman, seakan alam ikut berduka atas Mangkatnya Sinuhun Pakubuwono XIII.

Berikutnya akan digelar Keguruan tradisi, peringatan hari ketiga (sudah), dilanjutkan sampai hari ketujuh. Lalu ada 20 hari, 100 hari (satusan), mendak sepisan (satu tahun), mendak pindho (dua tahun), hingga nyewu (1.000 hari).

Penulis (wartadipuro)
News Update