RAKYATNASIONAL.COM
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Selasa | 17 Maret 2015 11:07:35 WIB

DAERAH

Bupati Lebak Salahkan Siswa Jembatan Ambruk

REDAKSI - RAKYATNASIONAL.COM
Bupati Lebak Salahkan Siswa Jembatan Ambruk
RAKYATNASIONAL.COM,- Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Sindai, Kecamatan Sajira dan Pasir Eurih, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, roboh pada Selasa lalu (10/3). Jembatan roboh ini mengakibatkan 46 orang jatuh dengan sebagian besar korban adalah anak SD.

Salah satu korban yang mengalami luka parah akibat kejadian jembatan roboh ini adalah Surdi (11). Surdi yang merupakan salah satu siswa SD kelas 5 di Kecamatan Sajira, Lebak, Banten, ini sudah sepekan terbaring lemah dengan alas kasur tipis. Badannya sulit bergerak apalagi bangun karena saat jatuh, punggung Surdi terbentuk bambu besar.

"Surdi adiknya empat, cuma dua yang sekolah dan yang lainnya di rumah. Dia juga tadinya diurut saja, panggil dokter katanya enggak apa-apa," kata Surai selaku Ibu Surdi, sembari menyeka air matanya.

Ketika ditanya mengapa Surai tidak merujuk Surdi ke rumah sakit, Surai hanya diam saja. Namun tetangganya yang berbisik "Enggak punya biaya,". Tangis Surai belum reda sampai dia mengatakan, "Ya. Mudah-mudahan jembatan cepat selesai. Sehingga sudah ada lagi jembatan."

Dalam menanggapi musibah ini, Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, mengaku jembatan yang seperti ini sudah akrab di daerahnya. Menurutnya ini sudah merupakan hal biasa yang terjadi di Lebak. Iti memaparkan bahwa di Lebak terdapat 960 unit jembatan gantung. 360 unit rusak berat.

"Ada yang lebih parah dari ini," ujarnya.

Lebih mencengangkan lagi, Iti seolah buang badan mengenai jembatan roboh ini. Dia menjelaskan bahwa dirinya enggan memperbaiki jembatan roboh ini karena menurutnya kawasan tempat jembatan terbentang ini sudah dibebaskan untuk proyek nasional Waduk Karian.

"Jembatan itu tidak permanen, karena berada di area rencana pembangunan Waduk Karian. Kalau nanti ini waduk dibangun, maka akan sia-sia kita alokasikan Rp 4 M. Lalu cuma dipakai 2 tahun. Ya hitung saja, misal Rp 65 juta per meter kali 150 meter berapa?" jelas Iti.
News Update