RAKYATNASIONAL.COM
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Rabu | 17 Desember 2014 16:36:17 WIB

DAERAH

Presiden Minta 43 KK di Banjarnegara Direlokasi

REDAKSI - RAKYATNASIONAL.COM
Presiden Minta 43 KK di Banjarnegara Direlokasi
RAKYATNASIONAL.COM,- Presiden Joko Widodo meminta 43 kepala keluarga (KK) korban tanah longsor di Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, direlokasi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mencari lokasi yang tepat untuk tempat tinggal baru warga ini.

Kepala BNPB Syamsul Maarif mengatakan, relokasi juga diperintahkan presiden pada 42 KK di area lain yang rawan longsor.

"Tadi Bapak Presiden perintahkan agar masyarakat yang terkena bencana 43 KK di Kroangkobar dan 42 KK di area lain segera direncanakan relokasinya," kata Syamsul seusai mengikuti rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/12).

Untuk itu, lanjut Syamsul, BNPB akan segera menentukan lokasi yang tepat. Koordinasi dengan para pakar geologi, peneliti, dan TNI akan dilakukan. "Juga dari teman-teman Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sudah terjun bersama saya sejak tiga hari lalu," kata dia.

Syamsul memperkirakan untuk proses relokasi, dibutuhkan sedikitnya 80 unit rumah. Anggaran yang diperlukan sekitar Rp 5,168 miliar. Sementara kebutuhan perbaikan infrastruktur seperti jalan, saluran air, irigasi, bendungan, tebing sungai, dan normalisasi sungai, dibutuhkan dana sejumlah Rp 25,783 miliar.

Hingga hari ini dilaporkan sudah 79 jenazah korban longsor ditemukan. Jumah ini, ujar Syamsul, masih mungkin untuk bertambah. Pasalnya masih ada 29 orang yang belum ditemukan.

Dia menambahkan, pencarian akan terus dilakukan sampai masa tanggap darurat dinyatakan berakhir yakni tanggal 21 Desember 2014.

Longsor menerjang Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jumat (12/12) sore. Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sejak siang. Sebanyak 105 rumah tertimbun longsor. Satu masjid dan sungai sepanjang 1 km rata dengan tanah akibat longsor. Selain itu sawah seluas 8 hektare dan kebun palawija 5 hektare juga rusak parah.

Kecamatan Karangkobar merupakan daerah rawan longsor. Bencana serupa pernah terjadi pada tahun 2006 silam. Saat itu longsor melanda Desa Sijeruk Kecamatan Banjarmangu. Korban tewas mencapai 76 orang, 44 orang tak ditemukan.

Selain Banjarnegara, ada beberapa daerah di Indonesia yang rawan longsor. Dalam catatan BNPB sebanyak 40,9 juta jiwa hidup di daerah rawan longsor.

Tawaran Relokasi Pemda

Kerawanan daerah Banjarnegara juga diakui oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Karena itu menurutnya sudah sejak lama pemerintah daerah menawarkan relokasi pada warga setempat.

Namun relokasi warga tak semudah membalikan telapak tangan. "Tidak sesimpel itu karena mereka sudah puluhan tahun di sana," kata Ganjar kepada CNN Indonesia.

Ganjar mengatakan pemerintah daerah sudah menawarkan transmigrasi lokal, bukan keluar daerah seperti transmigrasi pada umumnya. "Minimal tidak di daerah rawan bencana," kata Ganjar. Namun upaya ini belum berhasil hingga terjadi longsor terjadi Jumat lalu itu.

Ganjar juga mengusulkan adanya revisi tata ruang. Harus mulai dibuat dan dipertegas lagi peta rawan bencana. Ini yang kemudian harus terus disosialisasikan pada masyarakat setempat. Harapannya ada niat baik dan keinginan sendiri dari masyarakat untuk pindah dari kawasan rawan.

Selama ini konsep dasar yang dibangun untuk wilayah Karangkobar dan sekitarnya adalah relokasi. Karena itu Ganjar berharap konsep ini selaras dengan aturan yang mengatur soal tata ruang desa. Dengan adanya aturan yang dibuat, pemerintah daerah tinggal mengawasi pelaksanaanya.
News Update