RAKYATNASIONAL.COM
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Kamis | 04 Desember 2014 10:34:20 WIB

HUKUM

Annas Maamun Mengaku Tak Kenal Romi

REDAKSI - RAKYATNASIONAL.COM
Annas Maamun Mengaku Tak Kenal Romi
RAKYATNASIONAL.COM,- Tersangka korupsi perizinan alih fungsi kawasan hutan Annas Maamun menampik tudingan dirinya mengenal Ketua PPP versi muktamar Surabaya Rommahurmuzy atau Romi. Gubernur Riau Nonaktif ini mengaku tak pernah bertemu atau berinteraksi dengan Romi.

"Tidak pernah (ada obrolan), jumpa pun tak pernah," kata Annas usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/12).

Hal senada juga disampaikan Romi. Ditemui setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk Annas, Romi mengatakan dirinya juga tak terlibat dalam kasus alih fungsi hutan tersebut.

Nama Romi terseret lantaran dirinya adalah Ketua Komisi IV DPR RI kala kasus tersebut bergulir. Komisi IV DPR menangani sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, pangan, kelautan dam perikanan.

Selain itu, Annas juga membantah adanya suap kepada mantan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. "Tidak(kasih duit)," ujarnya singkat.

Annas disangka menerima suap senilai Rp2 miliar dari tersangka Gulat Medali Emas Manurung, pengusaha kelapa sawit di kawasan Riau. Uang tersebut digunakan untuk melicinkan perizinan alih fungsi kawasan hutan. Gulat diketahui memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 140 hektar.

Lahan yang dimilikinya berstatus Hutan Tanaman Industri (HTI). Uang yang diberikan merupakan pemulus perubahan status lahannya menjadi lahan Areal Penggunaan Lain (APL).

Merujuk pada Undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, kawasan HTI hanya boleh digunakan untuk tanaman industri. Sementara tanaman sawit tidak boleh ditanam di kawasan HTI.

Meski demikian, jika sebuah kawasan telah berubah status menjadi APL, maka kawasan tersebut tak lagi menjadi kawasan hutan. Dengan demikian, penggunaan lahan dapat digunakan dalam bentuk lain, seperti penanaman sawit.

KPK berhasil menangkap keduanya dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) di Kompleks Grand Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (25/9). Dalam operasi, KPK menyita barang bukti berupa uang senilai Sin$ 156.000 dan Rp500 juta.
News Update