RAKYATNASIONAL.COM
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Kamis | 20 November 2014 | 11:09:41 WIB

DAERAH

Bentrok TNI Vs Polri di Batam, Warga Jadi Tameng

REDAKSI - RAKYATNASIONAL.COM
Bentrok TNI Vs Polri di Batam, Warga Jadi Tameng
RAKYATNASIONAL.COM,- Peristiwa bentrokan dan saling tembak antara anggota TNI dan polisi di Batam, Rabu malam, 19 November 2014, berhenti setelah polisi melibatkan warga. Kala itu, Markas Brigade Mobil di Tembesi yang selama ini tertutup untuk umum dibuka sekitar pukul 22.00 WIB. Warga diperbolehkan masuk dan memenuhi halaman Markas untuk meredam tembakan. Warga bersemangat menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil mengibarkan bendera Merah Putih. TNI pun akhirnya menghentikan tembakan. Sebelumnya, warga perumahan sekitar Markas sempat kucar-kacir mendengar suara tembakan yang sporadis itu. (Baca: Kronologi Baku Tembak TNI Vs Polri di Batam) Dalam peristiwa itu, seorang anggota TNI dari Kesatuan 134 Tuah Sakti dalam keadaan kritis terkena tembakan. Dan informasi terakhir, korban bernama Praka J.K. Simanjuntak. Sayangnya, Tempo tak bisa melihat korban. Pintu masuk Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Embung Fatimah, Batu Aji, dijaga ketat oleh tentara bersenjata laras panjang. "Tidak boleh dekat-dekat," ujar seorang prajurit. (Baca: Bentrok TNI Vs Polri, Satu Tentara Dibawa ke UGD) Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo sempat mendatangi Markas Brimob. "Saya dihubungi Bapak Presiden Joko Widodo. Dia minta laporan soal peristiwa bentrok TNI vs polisi ini," tutur Soerya Respationo kepada warga yang ada di tempat itu. Peristiwa ini diawali dari saling melotot antara dua anggota TNI dan dua anggota Brimob di sebuah tempat penjualan bensin eceran. Perkelahian pun tak terhindarkan. Perkelahian itu berbuntut panjang. Beberapa saat kemudian, prajurit TNI yang terlibat datang membawa rekan-rekannya berjumlah 30-an orang lalu menyerbu Mako Brimob dan memecahkan kaca ruang Barak Teratai. Anngota TNI juga sempat melancarkan serangan dengan tembakan dari atas bukit mengarah ke Mako Brimob. Tembakan sporadis yang terjadi sejak pukul 20.00 WIB itu behenti setengah jam kemudian.
News Update