RAKYATNASIONAL.COM
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Selasa | 02 Juni 2020 17:16:08 WIB

RAGAM INDONESIA

STP Trisakti Gelar Seminar Online, Peluang dan Tantangan Pendidikan Pariwisata Pasca Pandemi COVID -

REDAKSI - RAKYATNASIONAL.COM
STP Trisakti Gelar Seminar Online, Peluang dan Tantangan Pendidikan Pariwisata Pasca Pandemi COVID -
RAKYATNASIONAL.COM,- STP Trisakti Gelar Seminar Online, Peluang dan Tantangan Pendidikan Pariwisata Pasca Pandemi COVID -19

Pandemi Virus Corona (Covid -19) yang melanda Dunia, yang juga mewabah di Indonesia, telah membawa dampak ekonomi secara global, dan Sektor Pariwisata merupakan salahsatu sektor yang terpuruk akibat Covid -19 tersebut, namun saat ini negara-negara terdampak sudah mulai melonggarkan kebijakan Lockdown dalam mencegah penyebaran Covid -19, demikian juga negara Indonesia tengah mempersiapkan pelonggaran kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dengan instilah New Normal atau kehidupan baru, dengan cara baru ditengah pendemi Virus Corona. Dan untuk menyiapkan New Normal di sektor Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti) melakukan kajian-kajian akademik, dan salahsatu yang dilakukan dengan menggelar Talk show secara online, melalui Fitur Webinar dengan menampilkan Keynote spaker, Bambang Soesatyo, serta pembicara dari Pakar Pariwisata Internasional, serta Pejabat Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan modetator Dosen STP Trisakti, Prof Sundring Pantja Djati.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Trisakti, Mayjen TNI (Purn) Dr. Djanadi Bimo Prakoso, menegaskan, bahwa pihaknya bersyukur Yayasan Trisakti bersama seluruh Lembaga Pendidikan Tinggi dibawah Yayasan Trisakti, baik Universitas Trisakti, Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Trisakti School of Management, Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti, serta Trisakti School of Multimedia, terus berkiprah dalam mencerdaskan anak-anak bangsa. Dan Yayasan Trisakti mengapersiasi kerja keras STP Trisakti yang saat ini berusia 51 tahun, dan terus mencetak SDM Pariwisata dan Hospitality untuk mengisi tenaga ahli Pariwisata baik di dalam maupun ke luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Dr Bimo Prakoso juga meminta pada seluruh Karyawan dan Pengelola Perguruan tinggi dibawah Yayasan Trisakti, agar mampu beradaptasi dengan kondisi saat ini, dengan melakukan kajian serta menata kembali Kurikulum yang diperlukan dunia industri dan masyarakat, dengan mengupayakan pendidikan terjangkau serta bisa dilakukan secara online, disamping itu harus bisa menerapkan standar kebersihan sesuai standar keamanan dan kesehatan mulai dari kampus, sebagaimana diatur dalam kebijakan new normal yang akan diberlakukan nantinya.

Upaya pemulihan ditengah pandemi Covid -19 tersebut merupakan tantangan seluruh komponen masyarakat dan bangsa Indonesia, termasuk dalam kepariwisataan Indonesia, untuk itu dibutuhkan semangat Gotong-royong, Bersatu dan kerja keras untuk bangsa dan negara serta memiliki konsistensi, semoga hambatan tersebut bisa kita hadapi bersama, mari terus bekerja memikirkan untuk pengembangan STP Trisakti, dan kami juga mengucapkan terimakasih pada seluruh stakeholder yang telah memberikan kepercayaan pada STP Trisakti, dan dukungan serta bantuannya, sehingga STP Trisakti bisa terus berkiprah hingga saat ini.

Dalami tuntutan pendidikan tinggi sebagaimana diatur dalam Kampus Merdeka, kenakan kebiasaan Gotong-royong dalam pengajaran dan pembiayaan untuk kejayaan bersama, bensmart hanya dilakukan sesuai kompetensinya, dan sesuai kondisi yang dimiliki masing-masing perguruan tinggi, laksanakan konsolidasi total dalam bidang sarana prasarana dengan secepat-cepatnya dengan dana yang cukup, serta bekerja dalam skala prioritas untuk mendukung sarana pendidikan, tegas Dr Bimo Prakoso.

Ketua MPRRI, H Bambang Soesatyo, SE, M.B.A dalam ungkapannya menegasakan, bahwa Indonesia juga sebagai negara terdampak Pandemi Covid -19, sehingga melumpuhkan semua sektor, termasuk Sektor Pariwisata termasuk turunannya, seperti Perhotelan, Restoran, Perjalanan Wisata dan Ekonomi kecil, namun kita harus tetap optimis, karena sektor Pariwisata merupakan sektor yang berkembang pesat, dimana dari data, devisa 2019 melampaui 20 milyar dolar, merupakan jumlah yang luar biasa, untuk itu kita berharap agar Pemerintah menyadari hal ini, sehingga sektor pariwisata nantinya menjadi prioritas dalam pemulihan nasional, karena selama ini Indonesia merupakan tujuan wisata Favorit bagi Wisatawan Mancanegara.

Untuk itu Pendidikan Pariwisata juga perlu ditumbuhkembangkan dalam sistem pendidikan, dalam pendidikan kualitas termasuk aspek Sumber Daya Manusia, guna mendorong recoveri ekonomi, saya yakin kedepan sektor pariwisata akan semakin besar, karena ini menjadi industry terbesar di dunia dan di Indonesia, sektor Pariwisata akan buming, karena pasca Pandemi nanti maka sektor Pariwisata akan semakin seksi, karena setiap orang akan mencari hiburan, tegasnya.

Saat ini merupakan waktu yang tepat dan strategis dalam menyiapkan Pariwisata menuju New Normal atau kehidupan baru, terus lakukan kajian, siapkan strategi-strategi usai Covid -19 menuju normal, dan saya yakin sektor pariwisata akan buming, marilah kita berkaca di masa Pandemi Covid -19 yang terjadi di Indonesia, penyiapan aspek kebersihan, keamanan, kesehatan serta pelestarian lingkungan wisata alam dan yang lain, karena nantinya akan ada perubahan pasar dimana wisatawan akan mengutamakan kebersihan dan menjaga jarak, pola sosial masyarakat akan lebih individualistic.

Kebijakan bebas visa harus dicabut dan dilakukan seleksi negara-negara terpapar Covid -19, sebagai pimpinan MPR RI kami meminta Pemerintah meninjau kembali kebijakan Bebas Bisa, khususnya negara yang rawan Covid -19, sehingga kualitas wisatawan lebih terseleksi, dan bersih dari ancaman Virus Corona, pinta H Bambang Soesatyo.

Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati, SE, MM dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas dukungan serta kerjasama seluruh stakehokder, sehingga STP Trisakti kini telah berkiprah selama 51 tahun dalam penyediaan SDM Pariwisata dan Hospitality, dan Talkshow hari ini bisa diikuti oleh 925 peserta dari 14 Negara, serta 29 Provinsi di Indonesia, kami sangat berterimakasih pada Ketua MPRRI, Bapak H Bambang Soesatyo yang bersedia menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan Talk Show ini, serta pembicara lain, yaitu Bapak Wikan Sakarinto ST,M.Sc Ph.D, (Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI), DR Wawan Rusiawan (Direktur Kajian Strategis Kementerian Pariwsa dan Ekonomi kreatif RI), serta Prof. Theodore Benetatos, CEO dan Dekan IMI Switzereland, yang bisa berbagi pengetahuan ditengah kita semua.

Dalam kesempatan tersebut, Fetty Asmaniati, SE,MM juga menjelaskan, bahwa STP Trisakti ditengah Pandemi Covid -19 juga telah banyak membantu masyarakat, baik memberikan bantuan buat Anak-anak Yatim di sekitar Kampus melalui Yayasan Yatim dan Dhuafa, maupun memberikan APD pada Puskesmas maupun Rumah Sakit di Jakarta.

Saat ini STP Trisakti juga terus mewujudkan Visinya menjadi Pusat Unggulan Pengembangan Ilmu Pariwisata dan Hospitality Berdaya Saing Global, dan STP Trisakti tengah mengajukan Program Doktor (S3), semoga bisa segera diijinkan, dan dimasa Pandemi Covid -19 ini, belajar mengajar agar efektif dengan metode Daring, dimana metode Daring ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2016, saya yakin metode ini merupakan solusi terbaik menghadapi kondisi saat ini dan masa depan, dan STP Trisakti memberikan bekal kepada mahasiswa dengan ilmu dan kompetensi untuk menghasilkan lulusan untuk pemenuhan tenaga kerja skala nasional maupun internasional, dan semua kami lakukan secara transparan, akuntabel maupun peningkatan mutu secara berkelanjutan, sehingga penghargaan dalam dan luar negeri telah diraih STP Trisakti maupun para mahasiswa, dan kami bersyukur masih dipercaya oleh Biro Perencanaan Kerjasama, sehingga hingga hari ini masih memberikan pembelajaran pada Mahasiswa Asing, dari 11 Negara, dengan menggunakan pembelajaran Daring, ungkapnya.

STP Trisakti bertekat untuk melakukan pembenahan sebagaimana program Kampus Merdeka, yang diatur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kajian terus dilakukan dengan kerjasama Industri maupun Alumni, ini untuk menghadapi tatanan baru, yang dikenal dengan istilah New Normal, dan akan terus menyiapkan SDM Pariwisata, maupun memberikan pemikiran dan kajian akademik bidang Pariwisata dan Hospitality, bekerjasama dengan Pemerintah, Dunia Usaha maupun Stakeholders lainnya, baik di dalam maupun luar negeri guna menyiapkan SDM Pariwisata Indonesia Berdaya saing Global, ungkap Fetty Asmaniati, SE,MM.

DR Wawan Rusiawan, Direktur Kajian Strategis Kementerian Pariwsa dan Ekonomi kreatif RI, dalam paparannya dengan tema “Strategi Kebijakan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mengadahapi Kenormalan Baru, (New Normal)”, dimana dalam paparannya lebih menyoroti akan dampak Covid -19 pada Kunjungan Wisata , dalam dan luar negeri serta upaya menghadapi New Normal.

Sebagaimana data yang terus bergerak, saat ini kunjungan wisata luar negeri (Wisman) hingga 850 juta orang, dengan hilangnya penerimaan devisa negara mencapai 1,2 milyar dolar Amerika, sehingga butuh strategi dalam pemulihan ekonomi pasca Covid -19, (New Normal), dan Lembaga Pendidikan Tinggi dibutuhkan peran kerjasama, serta lembaga lain agar ekonomi Indonesia bisa bangkit kembali.

Sebagaimana kebijakan dalan New Normal agar Sektor Pariwisata tetap mengutamakan Protokol Kesehatan menuju era baru, mungkin untuk Wisatan Mancanegara akan berkurang, karena menyangkut masalah keamanan, kesehatan di era Pandemi Covid -19 ini, namun untuk sektor Wisatawan Domestik justru akan naik, dan akan mengisi Wisata Indonesia, disinilah perlu strategi menghadapi pesaing negara-negara lain yang lebih dahulu membuka untuk Wisatawan Asing, ungkapnya.

Wikan Sakarinto ST,M.Sc Ph.D, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, dalam paparannya dengan peran Kampus Merdeka Pasca Covid 19, dengan Tema “Mencari Pola Baru Arah Pendidikan Vokasi”, menekankan, agar seluruh Lembaga Pendidikan Vokasi agar Link and Match dengan Dunia Industri, sebagaimana arahan Presiden RI, Ir H Joko Widodo, dalam percepatan pembanguan SDM UNGGUL 2020 -2024, dimana Link and Match tersebut, harus dilakukan oleh pendidikan SMK, Kampus VOKASI dan Lembaga Ketrampilan, agar “Menikah” dengan industry dan dunia kerja. (Pry).
News Update