RAKYATNASIONAL.COM
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Rabu | 22 November 2017 | 22:18:19 WIB

INTERNASIONAL

GROST 2017 WUJUDKAN KARYA ILMIAH DAN RESEARCH TRANSPORTASI YANG SUSTAINABLE

REDAKSI - RAKYATNASIONAL.COM
GROST 2017 WUJUDKAN KARYA ILMIAH DAN RESEARCH TRANSPORTASI YANG SUSTAINABLE
RAKYATNASIONAL.COM,-

Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Trisakti), dalam upaya mendorong industri jasa transportasi dan logistics untuk terus berupaya mempertahankan bisnisnya serta mendorong Pemerintah Pusat maupun Daerah untuk memperbaiki transportasi yang berbasis transportasi massal, bertempat di Aula Kampus STMT Trisakti, digelar GLOBAL RESEARCH ON SUSTAINABLE TRANSPORT (GRoST) 2017.

Hadir dalam Konferensi Internasional tersebut, Keynote Speakers, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi serta para pembicara yang berasal dari beberapa negara, diantaranya Mr. Dean Zabrieszach (CEO of HMI Technologies and Vice President of ITS Australia) Mr. Hajime Amano (President of Japan ITS), Dr. Adisak Suvittawat (Lecture, Suranaree University), Dr. Albert Tan (Associate Professor, Malaysia Institute for Supply Chain Innovation), Prof. Dr. S.K Jason Chang (Professor Dept of Civil Engineering. National Taiwan University), Dr. Chang Woon Lee (President of The Korea Transport Institute), Dr. Thomas G Jin (Dept of Road Transport Research, The Korea Transportation Institute) 8. Dr. Mohammed Hikmet (President of New Zealand ITS, New Zealand University), Dr. Elly Adrian: Sinaga, MSc (Senior Lecture, STMT Trisakti) dan Dr. William Sabandar (President Director, PT. MRT Indonesia).

Ketua STMT Trisakti, Dr. Ir Tjuk Sukardiman, MSi disela acara tersebut, pada wartawan menegaskan, bahwa Global Research on Sustainable Transport ini akan membahas permasalah transportasi internasional, karena trasnportasi bukan saja menjadi masalah di Indonesia, tetapi juga negara-negara lain di dunia, bagaimana kita bisa menghasilkan sebuah transportsi yang sustainable, bagaimana mengendalikan mobil yang sudah masuk dan salahsatunya adalah mengganti transportasi dengan Rel, untuk itu STMT Trisakti yang sudah mengarah pada Go Internasional, sangat berkepentingan menyelenggarakan international conferance seperti ini,  dan ini yang pertama kita gelar dan nantinya akan kita gelar secara periodik konferensi internasional seperti ini, tegasnya.

Menteri Perhubungan juga telah meminta pada STMT Trisakti, agar Intelligent Transportation System (ITS) ini agar terus di sosialisasikan dan dimasyarakatkan, juga steak holders yaitu semua pihak yang berkepentingan dengan masalah transportasi, dan STMT Trisakti juga ditantang untuk secara berkala mengeluarkan riset-riset dan penelitian yang bisa memberikan dukungan bahwa publik transport adalah sebuah pilihan bagi pengguna jasa transportasi, terutama di kota-kota, papar DR Tjuk Sukardiman.

Diakuinya saat ini STMT Trisakti melalui kajian ilmiah dan Riset, untuk terus berupaya memberikan masukan Pemerintah agar lebih banyak membangun transportasi publik, apalagi perkembangan transportasi dari Bus dan Kereta menuju transportasi Modern seperti Light Rail Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT) yang semuanya terkoneksi satu sama lain, dan untuk mendukung program tersebut saat ini Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi terus berupaya menjadi institute Transportasi Logistik, dan syarat menjadi institute harus memiliki 6 Prodi, sementara saat ini STMT Trisakti  memiliki 3 Prodi dan sedang proses 3 Prodi lagi di Dikti, yaitu Teknik Kedirgantaraan dengan kekhasan kebandar udaraan, teknik Kelautan dengan kekhasan Kepelabuhanan serta Teknik Tranportasi dengan kekhasan Perkeretaapian, mudah-mudahan tahun ini usulan tersebut bisa keluar, sehingga STMT bisa berkontribusi lebih besar lagi dalam pembangunan transportasi di Indonesia, serta menjadi World Class Institute, ungkapnya.

 

 

 

Dalam paparanya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, bahwa pihaknya mengapresiasi langkah STMT Trisakti dalam menggelar GRoST ini, apalagi para pembicara dari ASIA PACIFIC ini memiliki pengalaman yang lebih baik, hasil kajian akademik ini diharapkan tidak hanya untuk dipelajari, tetapi bisa di aplikasikan, saya juga meminta pada STMT Trisakti untuk mensosialisasikan pada masyarakat dan steak holders.

Masukan lain seperti keberadaan Taxi online di negara lain seperti apa, kebijakan pemerintah harus bagaimana, inilah perlunya kajian ilmiah, karena kita tidak ingin pengemudi yang lemah akan tersingkirkan, kita tidak ingin itu terjadi, untuk itu perlunya penataan yang bagus, kajian ini jangan hanya di kampus, tetapi bisa diimplementasikan ke masyarakat, pinta Menhub.

Dalam paparannya Menhub Budi Karya Sumadi juga menegaskan, bahwa Pemerintah terus memperbaiki sarana transportasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga Pemerintah mampu menekan inflasi yang sebelumnya berkisar 7 hingga 8%, tapi saat ini hanya 3,5% dan mampu meningkatkan pertumbuhan hingga 5%, bahkan World Bank mengeluarkan pernyataan kalau Indonesia adalah negara favorit untuk investasi.

Sebagaimana arahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, bahwa pembangunan bukanlah bagaimana kita membuat proyek, tetapi lebih bagaimana kita bisa melayani masyarakat, bagaimana proyek itu bisa bermanfaat bagi masyarakat dan mampu menumbuhkan ekonomi kerakyatan.

Dibidang transportasi kita memang masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara maju, padahal kita ingin daya saing kita bisa meningkat, untuk itu Pemerintah terus meningkatkan sarana jalan, seperti Jakarta Bandung, Trans Kalimantan, Trans Papua, Tol Sumatera juga Tol Jakarta-Surabaya yang selama ini tidak kunjung dibangun, namun saat ini sudah hampir rampung, sehingga pada 2018 nanti kita yang di Jakarta saat menuju Surabaya bisa menggunakan jalan bebas hambatan, papar Budi Karya Sumadi.

 

 

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Yayasan Trisakti, DR Bimo Prakoso, bahwa Global Research on Sustainable Transport ini, untuk transportnya juga harus memikirkan dampak ekonomi, sosial maupun lingkungan, untuk pembangunan transportasi seperti Kereta harus dilihat dari dampak lingkungan supaya aman buat kita semua, pembicara hari ini dari para ahli dan pakar transportasi, mereka juga pelaku transportasi yang senantiasa mengatur transportasi yang aman, nyaman. Untuk itu kedepan harus dirubah dari privet transport ke publik transport, seperti BUS, LRT maupun MRT, 2018 sudah akan dijalankan, sementara operator dan yang merawat belum ada, disinilah kita menggelar GRoST ini yang hasilnya akan kita sampaikan ke Menteri Perhubungan, Presiden RI, juga steak holders yang bergerak dibidang transportasi, tegasnya.(Pry)

News Update